#26.16 Berbagi

Di bulan Ramadhan ini, ada satu kegiatan yang saya dan suami suka lakukan. Semoga ceritanya tidak menjadikan yang membaca menganggap saya sedang riya. Karena sesungguhnya saya hanya sedang ingin berbagi inspirasi kebaikan dengan yang lainnya.

Sebenarnya, sejak 2 tahun lalu kebiasaan ini sudah rutin kami lakukan, yaitu berbagi takjil atau makanan berbuka. 

Biasanya sasaran kami adalah pengendara motor atau mobil di jalan raya yang kebetulan sedang terjebak macet dan belum sempat bawa bekal untuk berbuka. Tidak banyak, sederhana saja, hanya beberapa buah gorengan ditambah dengan segelas air minum.

Kemarin, sehabis membagi-bagikan takjil di pertigaan jalan dekat terminal, ternyata waktu sudah mepet magrib. Kebetulan bekal yang kami bawa seluruhnya habis untuk dibagikan. Alhasil untuk konsumsi pribadi saya dan suami belum ada. Pikir kami, masjid pasti punya suguhan untuk berbuka. Kami pun mampir di salah satu masjid di pinggir jalan yang lumayan besar. 

Sampai di sana ternyata benar saja, ada beberapa suguhan berbuka. Sebut saja segelas es dawet, kurma, juga lontong isi. Saya pun memisahkan sebagian untuk saya dan suami berbuka. Adzan Maghrib berkumandang, alhamdulillah hari ini masih diberi nikmat berbuka bersama orang-orang yang berpuasa lainnya.

Namun, ternyata orang-orang masih banyak yang berdatangan. Mungkin karena posisi masjidnya yang di pinggir jalan, mudah untuk diakses siapapun. Tujuan mereka sepertinya sama. Berharap bisa membatalkan puasanya segera lewat takjil yang disediakan di mesjid.

Sayangnya, jumlah yang disuguhkan ternyata masih kurang banyak. Hanya tersisa air putih saja beberapa dalam kemasan gelas plastik. Sisanya habis tak bersisa. Namun beberapa waktu kemudian nampaknya ada saja bungkusan plastik baru berisi makanan. Entah darimana asalnya, tapi sepertinya bukan dari pengurus masjid.

Melihat kondisi barusan, saya dan suami berdiskusi. Kami jadi berfikir, ketika membagi-bagikan takjil di pinggir jalan, tidak jelas apakah yang mengambil adalah orang berpuasa atau bukan. Berbeda jika saya meletakkan di masjid. Insya allah yang menikmatinya sebagian besar adalah orang-orang yang emang berpuasa. Rencananya, besok kami akan melakukan kembali rutinitas ini, namun kali ini kami akan memilih masjid.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s