The New One

Komitmen

I always excited for every first experience.

Bergabung ke dalam komunitas, wabil khusus yang bertemakan parenting, beranggotakan para ibu, yang berfokus pada kebaikan, memang bukan baru kali pertama bagi saya. Sebelum IIP, sejak menyandang status sebagai seorang ibu sekitar empat tahun silam, berbagai komunitas saya ikuti demi mendapatkan wadah untuk belajar dan berbagi. Rasanya kala itu, bersama-sama dengan orang yang seperjuangan membuat saya menjadi lebih kuat dalam menjalani peran sebagai seorang ibu.

Namun, bergabung ke dalam bagian Institu Ibu Profesional menjadi sesuatu yang berbeda. Mulanya saya sempat berfikir, IIP tak ubahnya komunitas pada umumnya. Hingga kemudian setelah level foundation terlewati, membaca satu demi satu pemaparan soal apa itu IIP, pikiran saya berubah drastis!

Seperti kata pertamanya Institut, yang kebetulan sama dengan kampus saya sempat berkuliah dulu, Institut Pertanian Bogor, maka seharusnya saya memasuki gerbang Matrikulasi ini dengan perasaan dan persiapan yang sama seperti kali pertama menyandang status mahasiswa dulu. Yes! Saya tidak dalam keadaan bermain-main, bukan pula sekedar bersenda gurau dengan para anggota, apalagi sekedar curhat dan berlama-lama bercengkrama, lalu terlupa akan tujuan utama: belajar, kuliah, being mahasiswa!

Saya sedang ‘kuliah’ yang sebenarnya. Ada dosen, ada mata kuliah, ada penugasan, dan ada komitmen.

Maka, begitu mengetahui IIP menggunakan Google Classroom sebagai platform utamanya, hal ini membuat saya semakin diarahkan untuk serius. Serius belajar layaknya di dalam suatu ruangan kelas yang nyata.

Kadang kala, kita butuh ‘paksaan’ dari luar untuk menjadi lebih baik, lebih terorganisir, lebih disiplin dan teratur. Saya rasa menjadikan GC sebagai media pembelajaran utama sangat menolong saya menjadi lebih baik.

Terima kasih untuk teman-teman di Happy Eater yang akhirnya memaksa saya mendaftarkan diri menjadi salah satu peserta perkuliahan di IIP. Saya semula ragu, menolak, merasa belum mampu, untuk serius dan berkomitmen menjalani setiap prosesnya. Namun, lewat tulisan perdana ini, saya optimis, IIP bisa menjadi salah satu jalan bagi saya membersihkan diri dan memperbaiki diri, serta mengembalikan lagi kesadaran saya soal peran kodrat saya sebagai perempuan, seorang ibu, seorang istri.

Bismillah…
Langka pertama akan selalu menjadi langkah terberat
Tapi dengan keyakinan dan kesadaran penuh, saya melangkah untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s