#17.7 Tentang Buku

Pagi ini, sebuah status curahan hati seorang teman di laman Facebook, menarik saya untuk ikut berkomentar. Apa pasal? Ternyata soal buku yang dipinjamkan kepada tetangganya, namun tidak kembali dalam kondisi utuh. Buku yang awalnya mulus, berubah penuh karya seni anak tetangganya. 

Menarik, karena saya membayangkan diri ada di posisi peminjam, dengan kondisi Farzan yang masih super duper tinggi keinginan untuk eksplor sana sini. Bisa jadi, Farzan justru yang jadi pelaku dalam cerita di atas. 

Koleksi buku pribadi Farzan

Mungkin, kebetulan, karena saya penjual buku anak, campuran buku baru dan buku bekas, saya memang belum pernah ada di posisi peminjam. Justru saya lebih sering menawarkan diri untuk meminjamkan buku ketika anak-anak tetangga sedang mampir bermain di rumah Farzan. Sesekali menawarkan untuk dibeli, tapi lebih sering membiarkan untuk dibaca dan dipinjam gratis. 

Hanya saja, ada yang saya batasi ketika anak-anak itu sedang meminjam atau menumpang baca buku di rumah Farzan. 

Pertama, buku yang boleh dibaca bersama saya yang pilihkan. Biasanya saya akan ambil beberapa judul buku untuk dikeluarkan dan di baca di teras depan. Anak-anak tidak dibiarkan mengambil sendiri buku dari rak buku.

Kedua, saya akan dampingi ketika mereka sedang membaca. Untuk beberapa buku yang bagus, tapi saya ingin berbagi, maka saya yang akan membacakan untuk mereka. 

Soal pinjam-meminjam buku ini, saya jadi ingat cerita ketika masih tinggal di rumah kontrakan yang lama. Ketika itu, di rumah persis di depan saya ada dua orang kakak beradik usia 4 dan 6 tahun yang suka bermain ke rumah.

Kebetulan, ketika itu saya baru mulai merintis jual-beli buku anak terutama buku-buku bekas. Sebagian besar dibeli untuk kebutuhan Farzan, selebihnya untuk dijual online. Jadilah di rumah ada banyak buku terutama buku anak.

Ternyata, dua orang kakak-beradik ini pun cukup kepo dengan buku-buku anak yang ada di rumah. Saya pribadi, merasa cukup senang mereka ternyata punya minat terhadap buku, meski baru kakaknya yang bisa membaca. 

Beberapa kali mereka akan main ke rumah untuk membaca buku punya Farzan. Biasanya permasalahan yang muncul adalah ketika mereka berebut untuk membaca buku yang sama. Termasuk kadang buku yang sedang dipegang Farzan. 😀

Menurut hemat saya, mungkin lebih baik kalau mereka membeli sebagian buku dan bisa membacanya di rumah sendiri. Pikir saya waktu itu, di online saja banyak yang mencari buku anak murah, kenapa tidak menawarkan pada tetangga yang lebih deket dulu. 

Buku bekas punya Farzan.

Harga buku yang saya jual tidak mahal, cuma 5.000/buku untuk buku cerita bekas. Bahkan khusus tetangga, kadang saya beri harga 10.000 dapat 3 buku. Biar saja saya jual harga modal, pikir saya biar jadi amal jariyah saya kalau bikin anak sekitar suka baca.

Tapi sedihnya, justru tak satupun buku yang berhasil saya jual untuk tetangga di sekitar rumah. Bahkan sampai saya akhirnya pindah ke rumah yang baru. 

“Buku pelajaran di rumah aja banyak gak dibaca,” begitu jawaban yang saya terima ketika mencoba menawarkan buku cerita anak pada ibu dua orang kakak beradik tadi. 

“Anak saya sukanya yang ada robot-robotnya,” jawab ibu yang lainnya. 

Ahh.. Sedih bu hati saya, ketika mereka di rumah Farzan begitu antusias melihat-lihat buku. Tapi justru tidak disambut baik oleh sang ibu. Padahal harga buku yang saya tawarkan sungguh amat sangat murah. 😦 Akhirnya ketika menjelang kepindahan saya, saya hibahkan beberapa buku untuk dua kakak-beradik yang suka bermain ke rumah Farzan itu.
Memang semua soal prioritas. Harga buku 5.000 akan terasa mahal, ketimbang harga sebuah tas 50.000, kalau memang bukan buku yang jadi prioritas.

Rainbow Of Love

Bismillah…

Judul di atas sama sekali tak ada hubungannya dengan novel berjudul sama karangan Niki Zulfah yang baru saja kubeli siang tadi. Namun, ada sesuatu yang menggelitik hingga akhirnya akupun tergerak untuk menuliskan tulisan yang satu ini.

Rainbow, and, Love
Pelangi, dan, Cinta

Dua kata yang kurasa saat ini begitu pantas melekat

untuk seorang sahabat

bernama Irma Detia Rini
Esok, tepat di hari ke-17 bulan ke-11 ditahun ke-13 abad ke-21.

Sang Pecinta Pelangi akan menggenap,

Bertemu dengan cintanya,

Mengubah kata separuh menjadi utuh.

 

Barakallah sahabat… =)

 

Semoga hari-harimu selalu penuh cinta yang berwarna-warni

Dengan kondisi tak lagi sendiri

Namun menjejak bersama berdiri

Laksana pelangi yang penuh harmoni

 

You’re the (Un)Lucky No.1

Bismillah..

Oke, hanya sekedar ingin berbagi kisah yang terjadi 2 hari ke belakang.
Mungkin ini adalah salah satu qadarallah yang harus saya terima. Mungkin sebagai teguran atau hukuman atau ujian bagi saya.
Siapa yang pernah kehilangan? 
Pernahkah kehilangan sesuatu yang sama 2 hari berturut-turut?

Continue reading

nikah.web.id

nikah.web.id

Bismillah…

Setelah penantian yang cukup puanjanggg… Termasuk penantian partner dari empunya awal domain ini (tak lain tak bukan misua sendiri), akhirnya niatan untuk menggarap ini jadi lebih serius sudah mulai terlihat. =D

Idenya sendiri muncul sejalan dengan ide (keinginan) untuk menikah itu sendiri. (katanya sih history-nya begonohh.. =D)
Meskipun domain sudah ada sejak tahun lalu, tapi baru-baru ini saja bener-bener mulai untuk digarap. Yahh,,, sejauh ini masih coba-coba sih, kira-kira ide seperti apa yang nantinya mau ditelurkan. Sembari itu, pelan-pelan mulai mengumpulkan bahan-bahan… ^_^

Okeyy,,, wish us luck!

 

 

Angkutan Massal – Balada KRL Jabodetabek

Si Comel

Bismillah…

Siapakah di antara pembaca sekalian adalah roker ? Bukan, ini bukan mempertanyakan apakah Anda seorang musisi atau bukan. Roker adalah sebutan yang biasa digunakan untuk mereka para pengguna jasa KRL Jabodetabek, baik kelas ekonomi maupun Commuter Line. Kalau jawabannya ‘Ya’, mungkin kondisi di bawah ini sudah menjadi makanan sehari-hari.

  • Kereta penuh sesak
  • Antrian kereta akibat gangguan persinyalan di beberapa stasiun
  • Kereta terlambat
  • Pembatalan sepihak
  • Kurangnya informasi yang jelas bagi penumpang
  • Pantograf tersambar petir
  • Longsoran (Cek berita)
  • Pelayanan dari petugas yang kurang baik. Mis: petugas kurang ramah, kembalian kurang.
  • Dan seterusnya…
  • Dan seterusnya…

Per 1 Oktober 2012 lalu, tarif kereta Commuter Line dinaikkan sebesar Rp 2.000,-. Yang awalnya Rp 7.000 menjadi Rp 9.000, untuk Rp 6.000 menjadi Rp 8.000. Tapi, entah pengambilan kebijakan di waktu yang kurang tepat, ataukah memang tidak terdapatnya peningkatan pelayanan, kondisi perjalanan menggunakan jasa KRL ini justru semakin tidak manusiawi.

Penumpang bersesakan

Continue reading

First Working Day

Bismillah…

U yeah,, based on this post, everybody should know that today is my first day as an employer at this company..
At this first day, there’s no specific job for me. I just got a laptop to be reinstalled. But, i’ve not got the CD yet. Soo…
what i do is only bengonging.

Berdasarkan kesepakatan waktu wawancara minggu lalu, 12 November 2012 kontrak kerja ini dimulai. Dari sebelum subuh udah siap-siap, makan sahur, mandi, pake baju, enn berangkat..
Naik kereta CL jam setengah delapanan. Sampe di kantornya jam 9 kurang 15 menit.
Karena kecepetan, mampir dulu ke mushola buat dhuha-an.

Kantornya ada di lantai 4, berhubung lift mati, akhirnya naik tangga. *Lumayannnn jalannya*. Sampe di atas, disuruh nunggu lagi. Katanya disuruh nunggu laptop dateng. Oia, di sini setiap karyawannya dipegangin laptop masing-masing 1 (ya iyalah, buat apa juga ampe 5 -.-). Abis tanda tangan di surat tanda terima laptop, diajak kenalan sama pegawai-pegawai disitu. Muter-muter dari lantai 4 plus turun ke lantai 3. Yap, staffnya kumpul di lantai 3, lantai 4 cuma buat admin. Turun ke bawah, kebetulan ketemu sama kak Ria. (Ilkom 44), yah, lumayan lah,, ga bingung-bingung banget cengo sendiri. Soalnya sampai saat ini belum dikasih tau bakal ngerjain apa atau dtempatin di projek mana. Jadilah cuma bengang bengong daritadi. Ga juga sih, lama cerita-cerita tentang kehidupan kampus juga sama kak Ria.

Dan, sampai menjelang zuhur, ketika yang lain sedang melakukan makan siang, dan karena saya sedang shaum, jadinya cuma mantengin laptop baru aja. Ini mau diapain ya laptopnya enaknya…
Mau ikut gabung sih,, tapiiiii,, gak enakkk yahh rasanyaa,, soalnya lagi puasaaa,, *laperr buuu*

Huhu,, semoga besok sudah bisa diperjelas harus melakukan apa..
Oia, jam kerjanya jam 9 – 6 sore, (resminya sih begitu), tapi sebenarnya semua based on the project. Jadii,,, ya,,, gak tauu,,,
Berharap semoga gak perlu terlalu sering pulang malam,, jadi bisa pulang bareng sama misua. Aamiinn…

Idul Adha

Bismillah…

Sebentar lagi idul adha.
Dan sepertinya akan ada yang berbeda d Idul Adha kali ini..
Pengalaman pertama ke sana ke mari mencari si kambing. Hehehe…
Berhubung gak pernah punya pengalaman, jadi bagiannya misua buat pegang sana sini. =D
Ternyata deket-deket kambing serem juga ya….. >.<

Milah milih kambing

Ternyata sekarang makin susah ya cari kambing, lebih banyak yang jual sapi..
Makin mendekati hari H, harga hewan-hewan kurban beranjak naik. Wah, harus buru-buru beli nih.. Kemarin masih cari-cari, belum ada yang pas di hati. Mudah-mudahan cepet ketemu si kambingnya.. =D

Eh, ada yang lagi beradu tanduk

faafa

Menunggu giliran dapet nomor