Denyut Kehidupan

🌸🌸🌸🌸
When all of your life being a mother is the best thing, so the best moment is while the very first time was coming to you.

 20181223_013049_0001.png
.
24 Januari 2014. Sejak entah untuk kali yang kesekian, sebuah penantian panjang yang menguras emosi, harapan yang pupus tiap kali purnama tiba, hingga senyum kesabaran yang perlahan berubah wujud menjadi sendu,
.
24 Januari 2014, sebuah benda mungil menampakkan indikatornya samar-samar, untuk pertama kalinya: garis dua yang dinanti
.
24 Januari 2014, memusnahkan segala keraguan dua kali periode revolusi bumi, soal kapasitas diri bereproduksi.
.
24 Januari 2014, menjadi awal yang mengubah total kehidupanku lima tahun terakhir. Mengarungi perjalanan panjang yang masih aku lakoni hingga detik ini : being a mother.
.
Selamat berjuang menjalani peran yang tiada masa bakti. Selamat mensyukuri hari-hari bersama buah hati. Meski tiada mudah dilalui, ingatlah ketika buncah emosi bahagia menyelimuti diri kita tatkala untuk pertama kalinya engkau sadari, ada denyut kehidupan bergantung pada rahimmu.
🌺🌺🌺
.

#17.7 Tentang Buku

Pagi ini, sebuah status curahan hati seorang teman di laman Facebook, menarik saya untuk ikut berkomentar. Apa pasal? Ternyata soal buku yang dipinjamkan kepada tetangganya, namun tidak kembali dalam kondisi utuh. Buku yang awalnya mulus, berubah penuh karya seni anak tetangganya. 

Menarik, karena saya membayangkan diri ada di posisi peminjam, dengan kondisi Farzan yang masih super duper tinggi keinginan untuk eksplor sana sini. Bisa jadi, Farzan justru yang jadi pelaku dalam cerita di atas. 

Koleksi buku pribadi Farzan

Mungkin, kebetulan, karena saya penjual buku anak, campuran buku baru dan buku bekas, saya memang belum pernah ada di posisi peminjam. Justru saya lebih sering menawarkan diri untuk meminjamkan buku ketika anak-anak tetangga sedang mampir bermain di rumah Farzan. Sesekali menawarkan untuk dibeli, tapi lebih sering membiarkan untuk dibaca dan dipinjam gratis. 

Hanya saja, ada yang saya batasi ketika anak-anak itu sedang meminjam atau menumpang baca buku di rumah Farzan. 

Pertama, buku yang boleh dibaca bersama saya yang pilihkan. Biasanya saya akan ambil beberapa judul buku untuk dikeluarkan dan di baca di teras depan. Anak-anak tidak dibiarkan mengambil sendiri buku dari rak buku.

Kedua, saya akan dampingi ketika mereka sedang membaca. Untuk beberapa buku yang bagus, tapi saya ingin berbagi, maka saya yang akan membacakan untuk mereka. 

Soal pinjam-meminjam buku ini, saya jadi ingat cerita ketika masih tinggal di rumah kontrakan yang lama. Ketika itu, di rumah persis di depan saya ada dua orang kakak beradik usia 4 dan 6 tahun yang suka bermain ke rumah.

Kebetulan, ketika itu saya baru mulai merintis jual-beli buku anak terutama buku-buku bekas. Sebagian besar dibeli untuk kebutuhan Farzan, selebihnya untuk dijual online. Jadilah di rumah ada banyak buku terutama buku anak.

Ternyata, dua orang kakak-beradik ini pun cukup kepo dengan buku-buku anak yang ada di rumah. Saya pribadi, merasa cukup senang mereka ternyata punya minat terhadap buku, meski baru kakaknya yang bisa membaca. 

Beberapa kali mereka akan main ke rumah untuk membaca buku punya Farzan. Biasanya permasalahan yang muncul adalah ketika mereka berebut untuk membaca buku yang sama. Termasuk kadang buku yang sedang dipegang Farzan. 😀

Menurut hemat saya, mungkin lebih baik kalau mereka membeli sebagian buku dan bisa membacanya di rumah sendiri. Pikir saya waktu itu, di online saja banyak yang mencari buku anak murah, kenapa tidak menawarkan pada tetangga yang lebih deket dulu. 

Buku bekas punya Farzan.

Harga buku yang saya jual tidak mahal, cuma 5.000/buku untuk buku cerita bekas. Bahkan khusus tetangga, kadang saya beri harga 10.000 dapat 3 buku. Biar saja saya jual harga modal, pikir saya biar jadi amal jariyah saya kalau bikin anak sekitar suka baca.

Tapi sedihnya, justru tak satupun buku yang berhasil saya jual untuk tetangga di sekitar rumah. Bahkan sampai saya akhirnya pindah ke rumah yang baru. 

“Buku pelajaran di rumah aja banyak gak dibaca,” begitu jawaban yang saya terima ketika mencoba menawarkan buku cerita anak pada ibu dua orang kakak beradik tadi. 

“Anak saya sukanya yang ada robot-robotnya,” jawab ibu yang lainnya. 

Ahh.. Sedih bu hati saya, ketika mereka di rumah Farzan begitu antusias melihat-lihat buku. Tapi justru tidak disambut baik oleh sang ibu. Padahal harga buku yang saya tawarkan sungguh amat sangat murah. 😦 Akhirnya ketika menjelang kepindahan saya, saya hibahkan beberapa buku untuk dua kakak-beradik yang suka bermain ke rumah Farzan itu.
Memang semua soal prioritas. Harga buku 5.000 akan terasa mahal, ketimbang harga sebuah tas 50.000, kalau memang bukan buku yang jadi prioritas.

Ahlan wa Sahlan Baby Boy

Melahirkan di Stasiun?
Oleh : Annisa Anastasia

image

“Allah Maha Penyayang.. Sayangnya tak terbilang…
Allah Maha Pengasih… Tak pernah pilih kasih…
Allah yang Maha Tahu.. Tanpa diberi tahu…
Allah… Allah… Lailahaillallah…”

Itu sebait lagu anak-anak yang telah dimodifikasi liriknya, dengan nada asli menggunakan lagu anak-anak berjudul BECAK. Lirik yang mengingatkanku pada proses kehamilan hingga persalinan seorang anak lelaki yang kemudian diberi nama MUHAMMAD FARZAN ALGORISMI. Continue reading

Kuncinya adalah Saling Percaya

Bismillah…

Tidak seperti hari biasanya, pagi ini saya berangkat seorang diri ke sekolah. Biasanya, ada seseorang yang mengantarkan saya dengan selamat hingga pintu gerbang sekolah menggunakan kuda besinya.Berangkat lebih pagi, menaiki angkutan umum, serta berjalan kaki menyusuri gang menuju sekolah begitulah kegiatan saya pagi ini.Buat saya, ini pertama kalinya saya berangkat sendiri semenjak kami tinggal di tempat yang baru.Hingga 3 hari ke depan akan berjalan kurang lebih sama seperti pagi ini.

Lalu, apa menariknya?

Menarik, setidaknya untuk saya pribadi. Kami yang ke mana-mana berdua, beberapa hari ini mesti sendiri-sendiri. =D Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ditinggal. Tapi, menjadi lain ketika kali ini saya benar-benar sendiri di rumah. Tidak seperti sebelumnya, masih ada ibu yang menemani saya.

Namun, di sisi lain, perpisahan yang sementara ini jadi pembelajaran bagi kamu berdua. Setiap kali suami sedang bertugas, Alhamdulillah kami sudah mengantongi kepercayaan satu sama lain. Yap, belajar untuk saling percaya satu sama lain. Saya percaya dan yakin suami saya pergi untuk mencari nafkah bagi keluarga. Pun suami saya percaya bahwa saya mampu menjaga diri saya selama ia pergi. Bukan hanya percaya, namun juga menjaga kepercayaan itu sebaik-baiknya.

trust1_2

Pernah suatu ketika, saya mendengarkan sebuah ceramah, janganlah meninggalkan prasangka buruk, karena itu adalah doa dan sebagian besar datangnya dari syaithan. Justru, yang perlu dilakukan adalah berikan doa yang baik, titipkan pasangan kita pada Allah, sebaik-baiknya tempat menitipkan segala sesuatu. Doakan semoga pasangan kita selalu dilindungi di manapun ia berada.

Karena salah satu kunci utama pernikahan adalah kepercayaan kan? =)

Memilih dan Membeli Kulkas

Bismillah…

Dengan mengucap syukur, Alhamdulillah hari ini memutuskan untuk menambahkan 1 perabotan di dalam rumah kami. Statusnya memang masih indent karena baru akan diantarkan siang esok. Setelah penelusuran selama 2 minggu terakhir, akhirnya pilihan jatuh pada mesin pendingin dengan brand berhuruf depan L dan huruf belakang G. Serta dikarenakan keterbatasan budget serta menyesuaikan pula dengan kebutuhan, maka tipe yang diambil cukup yang berpintu 1. Harganya berada di kisaran 1.5jt – 1.6jt.

kulkas LG
LG tipe GN-V191RL (www.lg.com)

Penelitian dan penelusuran dilakukan melalui dunia maya (browsing via mbah Google) plus dunia nnyata (browsing via toko-toko elektronik). Mungkin ada sekitar 5 – 10 toko yang kami datangi, mulai dari yang berkelas, sampai yang pinggiran. =D Semua ini dilakukan dengan tujuan mencari best-offer, dengan best price and best quality. Setelah beberapa kali bolak-balik masuk ke toko elektronik, harga yang ditawarkan untuk produk yang sama ternyata bisa beragam. Yah, untuk keluarga kecil yang masih terbilang baru ini, perbedaan harga meskipun sedikit itu penting untuk diperjuangkan (maklum ibu-ibu =P).

Oke, sedikit review berdasarkan hasil penelusuran adalah sebagai berikut:

Continue reading

Share : Susu dan Kehamilan

Bismillah..

Ada tema yang menarik di salah satu grup whatsapp yang saya ikuti. Tema yang dibahas malam ini berkaitan dengan Konsumsi Susu. Well, sebenernya ini lumayan baru juga sih ya buat saya. Selama ini yang kita pahami kan konsep 4 Sehat 5 Sempurna, dan ternyata slogan tersebut di masa sekarang ini sudah kurang relevan. Slogan yang sekarang lebih digembar-gemborkan adalah Gizi Seimbang. So, posisi susu yang selama ini dianggap sebagai penyempurna gizi mungkin perlu dipikir ulang.

Oke daripada kepanjangan, ini ada tulisan menarik yang bisa dibaca-baca lagi nantinya.. =D
Artikelnya bukan tentang susu sih, lebih cocok tentang Kehamilan.. XD *Minta ditimpuk pembaca yang tertipu*

*****

Tale of Adriansyah Saputra
Berbagi serta Bertukar Ilmu, Menjadi Manusia yang Bermanfaat Untuk Orang Lain
Perkembangan Kehamilan
Kajian Muslimah YISC Al Azhar, Minggu, 17 Februari 2013.
Pemateri: Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K).

Masa kehamilan terbagi menjadi 3, yaitu trisemester pertama 0-12 minggu, trisemester kedua 13-28 minggu, dan trisemester ketiga 29-40 minggu.

Trimester Pertama

Trisemester pertama adalah masa-masa pembentukan awal organ-organ utama janin, khususnya otak juga termasuk plasenta dan kantung ketuban. Otak janin 30% terbentuk pada masa ini, maka ibu hamil (bumil) sangat disarankan untuk makan makanan yang bergizi seperti asam folat yang bersumber dari kacang-kacangan dan ikan. Cacat dan kelainan otak bisa terjadi pada janin dan atau bayi karena pada masa ini bumil kurang mengonsumsi makanan yang bergizi.  Continue reading

‘Setrikaan’ And Us

Bismillah..

Wah, ada angina apa ini, tetiba saja ingin berbagi cerita di sini. Sepertinya lumayan lama juga blog ini gak ditengokin ya.. *tiup-tiup debu* =D

Taraaa… Apakah yang mau dishare di sini? Yaps yaps yaps… Jadi ceritanya hari ini adalah salah satu hari bersejarah buat saya. Ho ho ho.. Tepatnya hari bersejarah di dalam dunia perumahtanggaan Ibu Annisa dan Bapak Fitra.. =D

Setelah hamper 7 bulan lamanya menyandang gelar S3 (baca: istri), tepat di hari ini kita beli yang namanya SETRIKAAN. (bener gak sih tulisannya). Itu lhoo.. salah satu teknologi yang ditemukan oleh manusia yang fungsinya untuk melicinkan pakaian yang kusut setelah habis dicuci. Benda ini termasuk benda wajib yang harus dimiliki oleh setiap rumah tangga. Kudu wajib mesti dah, kepentingannya mengalahkan magic jar, karena masih memungkinkan masak nasi di kompor. Mengalahkan mesin cuci, karena pakai tangan masih gak masalah, mengalahkan kulkas, karena masih bias beli es di warung sebelah. Bener kan? Bener kan? Gak ada subtitusinya nih.. Kecuali ya setiap hari ngelaundry, itu beda ceritanyaa…
philips_hd1172_01

Kalaupun mau disandingkan, mungkin kepentingannya setingkat dengan kompor. Karena eh karena, pengganti kompor yang paling mungkin kan tungku, nah sedangkan di jaman sekarang yang namanya nyari kayu bakar trus nyalain api pake korek plus minyak tanah itu agak syulit. Apalagi minyak tanah sekarang makin langka dan makin mahal…

Ternyata ya, saya dan suami yang ilmu persetrikaannya masih cetek bin newbie ini, lumayan kelimpungan nyari setrika yang cocok di kantong tapi kualitas lumanyan. He he he..
Merk sih banyak, banyak yang mahal, banyak juga yang murah tapi gak terkenal.. =D

Jadi inget, waktu jaman duluuuu banget.. Waktu Cuma pake kolor aja kalo ke mana-mana, di rumah nenek di pulau Sumatera sana, nyetrika itu pake setrika cap arang item. Alias besi yang berbentuk setrika, tapi berisi arang hitam yang sudah di panaskan. Kira-kira masih ada gak ya setrika tradisional yang kayak gitu di jaman sekarang? Lebih hemat energi lho itu.. Tanpa listrik pun dunia masih tentram, pakaian tetap halus bin licin. Iya gak iya gak? =D

Setelah keliling sana sini, akhirnya pilihan jatuh pada setrika dengan merk P*il*ps. Berdasarkan saran dari mbah google, merk yang satu ini sudah terjamin kualitasnya. Hingga hitungan tahun pun masih awet. Dengan lapisan bawah yang berbahan Teflon, dijamin anti lengket. Plus cepet panas juga. Meskipun memang sedikit menguras kantong, tapi lebih awet dan tahan lama, laksana cintanya my husband to me *tsaah*

Semoga dengan kehadiranmu di dunia kamu, kehidupan kami semakin indah, licin dan lembut seperti fungsinya yang melincinkan dan melembutkan =D

Welcome to our world ‘Iron’…

You’re the (Un)Lucky No.1

Bismillah..

Oke, hanya sekedar ingin berbagi kisah yang terjadi 2 hari ke belakang.
Mungkin ini adalah salah satu qadarallah yang harus saya terima. Mungkin sebagai teguran atau hukuman atau ujian bagi saya.
Siapa yang pernah kehilangan? 
Pernahkah kehilangan sesuatu yang sama 2 hari berturut-turut?

Continue reading