Kuncinya adalah Saling Percaya

Bismillah…

Tidak seperti hari biasanya, pagi ini saya berangkat seorang diri ke sekolah. Biasanya, ada seseorang yang mengantarkan saya dengan selamat hingga pintu gerbang sekolah menggunakan kuda besinya.Berangkat lebih pagi, menaiki angkutan umum, serta berjalan kaki menyusuri gang menuju sekolah begitulah kegiatan saya pagi ini.Buat saya, ini pertama kalinya saya berangkat sendiri semenjak kami tinggal di tempat yang baru.Hingga 3 hari ke depan akan berjalan kurang lebih sama seperti pagi ini.

Lalu, apa menariknya?

Menarik, setidaknya untuk saya pribadi. Kami yang ke mana-mana berdua, beberapa hari ini mesti sendiri-sendiri. =D Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ditinggal. Tapi, menjadi lain ketika kali ini saya benar-benar sendiri di rumah. Tidak seperti sebelumnya, masih ada ibu yang menemani saya.

Namun, di sisi lain, perpisahan yang sementara ini jadi pembelajaran bagi kamu berdua. Setiap kali suami sedang bertugas, Alhamdulillah kami sudah mengantongi kepercayaan satu sama lain. Yap, belajar untuk saling percaya satu sama lain. Saya percaya dan yakin suami saya pergi untuk mencari nafkah bagi keluarga. Pun suami saya percaya bahwa saya mampu menjaga diri saya selama ia pergi. Bukan hanya percaya, namun juga menjaga kepercayaan itu sebaik-baiknya.

trust1_2

Pernah suatu ketika, saya mendengarkan sebuah ceramah, janganlah meninggalkan prasangka buruk, karena itu adalah doa dan sebagian besar datangnya dari syaithan. Justru, yang perlu dilakukan adalah berikan doa yang baik, titipkan pasangan kita pada Allah, sebaik-baiknya tempat menitipkan segala sesuatu. Doakan semoga pasangan kita selalu dilindungi di manapun ia berada.

Karena salah satu kunci utama pernikahan adalah kepercayaan kan? =)

Share : Susu dan Kehamilan

Bismillah..

Ada tema yang menarik di salah satu grup whatsapp yang saya ikuti. Tema yang dibahas malam ini berkaitan dengan Konsumsi Susu. Well, sebenernya ini lumayan baru juga sih ya buat saya. Selama ini yang kita pahami kan konsep 4 Sehat 5 Sempurna, dan ternyata slogan tersebut di masa sekarang ini sudah kurang relevan. Slogan yang sekarang lebih digembar-gemborkan adalah Gizi Seimbang. So, posisi susu yang selama ini dianggap sebagai penyempurna gizi mungkin perlu dipikir ulang.

Oke daripada kepanjangan, ini ada tulisan menarik yang bisa dibaca-baca lagi nantinya.. =D
Artikelnya bukan tentang susu sih, lebih cocok tentang Kehamilan.. XD *Minta ditimpuk pembaca yang tertipu*

*****

Tale of Adriansyah Saputra
Berbagi serta Bertukar Ilmu, Menjadi Manusia yang Bermanfaat Untuk Orang Lain
Perkembangan Kehamilan
Kajian Muslimah YISC Al Azhar, Minggu, 17 Februari 2013.
Pemateri: Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K).

Masa kehamilan terbagi menjadi 3, yaitu trisemester pertama 0-12 minggu, trisemester kedua 13-28 minggu, dan trisemester ketiga 29-40 minggu.

Trimester Pertama

Trisemester pertama adalah masa-masa pembentukan awal organ-organ utama janin, khususnya otak juga termasuk plasenta dan kantung ketuban. Otak janin 30% terbentuk pada masa ini, maka ibu hamil (bumil) sangat disarankan untuk makan makanan yang bergizi seperti asam folat yang bersumber dari kacang-kacangan dan ikan. Cacat dan kelainan otak bisa terjadi pada janin dan atau bayi karena pada masa ini bumil kurang mengonsumsi makanan yang bergizi.  Continue reading

Real Beauty of You

“What do you think about me?”

I feel like I still can’t find my potential. Do I have any strengthness?”

I got that question from my best friend this morning. Well, has anybody here ever asked that question to yourself? I think most of us ever do that. Wondering, am I valuable person? am I doing something useful for others? If you are a woman, maybe sometimes you ask this question, am I beautiful?

Related to that question, I remember about this video.

Yes, without asking other people, actually we know what is our strengthness, what is our potential. What I wanna do in this world, which way that I wanna take. But, sadly, usually we do underestimate into ourself. We describe ourself as a sad, introvert, weak, and all of negative thought. Altough the actual is, others see us as a nice, kind, or creative person.

What we do not have is SELF ESTEEM. We don’t belive in ourself.

As women, we often spend time to assess ourself

and try to improve where it looks less fit

We should take the time to appreciate the things we love about ourselves

8673_582052138481478_1265288028_n

Familiy Pict

Bismillah…
Gak sengaja waktu lagi jalan-jalan di muka buku menemukan benda yang satu ini. Foto seorang ibu yang tengah mengandung di usia kandungan 8 bulan (kiri) dan foto seorang anak berusia 8 bulan (kanan). Objek yang dipegang keduanya sama, yaitu sebuah tablet bertuliskan 8 month. Perbedaannya adalah subjek yang memegangnya. Pada foto kiri, ada 2 subjek di sana, sedang di foto yang kanan hanya ada 1 subjek. Yap, bisa ditebak, foto yang kiri adalah foto sang ibu bersama anaknya. Alhamdulillah, kini sang anak sudah menginjak usianya yang ke delapan dengan begitu sehat dan menggemaskan.

sumber: https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/58185_10151550539256702_1639656097_n.jpg

Unik

Setidaknya itu satu kata yang terlintas begitu saya melihat foto ini. Bahkan sampai-sampai saya menyengajakan diri untuk membuat 1 postingan ini untuk mengingatkan saya nantinya. What for?

Hohoho, tanpa berniat mencontek, kalau boleh disebut terinspirasi, saya punya harapan kelak bisa berpose seperti di atas. =D
Meskipun hingga saat ini, menjelang usia 8 bulan pernikahan saya dan suami (wah, pas banget 8 bulan juga), kita masih diberikan anugerah oleh Allah untuk tetap menikmati masa-masa pacaran berdua tanpa diganggu pihak ketiga (baca: dede bayi). =P

Selain foto yang ini, sebenarnya ada 1 foto lagi. Sebuah foto sepasang suami istri dengan kondisi sang istri sedang mengandung. Semacam foto prewed, tapi mungkin lebih tepat kalau disebut pre-birth kali ya.. =D

Akhir kata, mari kita doakan semoga pemilik blog ini bisa menyusul yang lain ya.. ^_^
Aaamiinn….

Mau Nulis Apa?

confused
sumber gambar: http://www.daedtech.com/wp-content/uploads/2013/01/Confused.jpg

Pas ada waktu buat nulis…

– Emh..emh… Nulis apa ya enaknya? Kok kayak gak ada ide gini apa yang mau ditulis ya…  (-.-)a
– Entar aja ah nulisnya, mau nonton dulu
– Pengen nulis tentang itu sih, tapi kok males yaa…

Pas lagi gak ada waktu buat nulis,,,

– Ih, ini kalo ditulis pasti seru banget deh..
 Duh, coba punya gadget canggih, bisa langsung ditulis ini..
– Kepikiran mau nulis tentang itu, tapi waktunya ga sempet, banyak kerjaan >.<

 

Pernah gak sih kayak gitu… Sekalinya punya waktu luang yang lumayan, apalagi ditambah lagi ada yang namanya koneksi internet, tapi ternyata gak ada satupun ide yang nyangkut di kepala. Padahal, mungkin sebenernya ketika dalam kondisi tertentu kita udah niat mau nulis kalo nanti udah ketemu laptop atau alat pencatat lainnya.

Yah, kira-kira begitu sih pengalaman pribadi dari penulis selama ini. Padahal, kalau lagi iseng blogwalking ke blog orang, pasti yang kepikiran di kepala “ih, padahal idenya sederhana, tapi bisa ya dibuat tulisan’. Ide tulisan itu sebenarnya bisa datang dari mana aja. Cerita keseharian, tips-tips tentang sesuatu hal yang biasa kita lakukan sendiri, harapan, cita-cita, atau apapun sebenarnya bisa dibuat tulisan..

Cuma… mungkin karena belakangan ini terlalu tenggelam dalam aktivitas pekerjaan, walhasil hasrat untuk nulis pun buyar entah ke mana. Belum lagi pikiran ini itu yang membuat kegiatan tulis menulis jadi sesuatu yang menyeramkan. (huaahh >.<)
Biasanya sih, beberapa pikiran yang muncul ketika baru mau nulis adalah…
– Duh, ini tulisan ada manfaatnya gak sih kalau dibaca..?
 Ini tulisan isinya cuma curhatan dan keluh kesah bukan ya..?
– Mau nulis, tapi apa yang mau ditulis, wong tiap hari juga kegiatan harian cuma begitu-begitu aja.
– Pengen nulis yang bermanfaat, eh tapi kok rasanya gak pas gitu kalo yang nulis aku..

Nah, kan, belum mulai nulis aja pikiran udah aneh-aneh duluan..

Yowes lah,, keep writing, keep posting. Katanya dengan menulis bisa jadi salah satu terapi jiwa lho… =D

Angkutan Massal – Balada KRL Jabodetabek

Si Comel

Bismillah…

Siapakah di antara pembaca sekalian adalah roker ? Bukan, ini bukan mempertanyakan apakah Anda seorang musisi atau bukan. Roker adalah sebutan yang biasa digunakan untuk mereka para pengguna jasa KRL Jabodetabek, baik kelas ekonomi maupun Commuter Line. Kalau jawabannya ‘Ya’, mungkin kondisi di bawah ini sudah menjadi makanan sehari-hari.

  • Kereta penuh sesak
  • Antrian kereta akibat gangguan persinyalan di beberapa stasiun
  • Kereta terlambat
  • Pembatalan sepihak
  • Kurangnya informasi yang jelas bagi penumpang
  • Pantograf tersambar petir
  • Longsoran (Cek berita)
  • Pelayanan dari petugas yang kurang baik. Mis: petugas kurang ramah, kembalian kurang.
  • Dan seterusnya…
  • Dan seterusnya…

Per 1 Oktober 2012 lalu, tarif kereta Commuter Line dinaikkan sebesar Rp 2.000,-. Yang awalnya Rp 7.000 menjadi Rp 9.000, untuk Rp 6.000 menjadi Rp 8.000. Tapi, entah pengambilan kebijakan di waktu yang kurang tepat, ataukah memang tidak terdapatnya peningkatan pelayanan, kondisi perjalanan menggunakan jasa KRL ini justru semakin tidak manusiawi.

Penumpang bersesakan

Continue reading